Sabtu, 18 Mei 2013

Lumba lumba


Lumba-lumba

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan    : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas        : Mammalia
Ordo         : Cetacea
Famili        : Delphinidae
Genus        : Phoschaena
Species      : Phoschaena communis

Lumba lumba
Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.

Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.

Poschaena communis
Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernapas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.

Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Karena lumba-lumba dapat berkomunikasi, maka lumba-lumba disebut sebagai hewan yang paling cerdas, melebihi simpanze.

Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, kadang-kadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya.

Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.

Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila ikan lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Nama anggota dari angkatan Phoscaena communis



Kelas A
No.
Nama
NIM
1
Cahyani Mahandari
0913041034
2
Ni Putu Dian Oktarini
0913041035
3
Gusti Ayu Oka Pratiwi
0913041036
4
Nyoman Ayu Trisna Dewi
0913041037
5
Ni Luh Putu Wiliudiari
0913041038
6
I Gede Suma Ardika
0913041039
7
Kadek Yuliana Puspita Sari
0913041040
8
I Gusti Ayu Intan Udayani
0913041041
9
Nadia Treesna Wulansari
0913041042
10
Ni Wayan Merliana
0913041043
11
Made Ayu Asri Purnama Dewi
0913041044
12
Dewa Ayu Sri Suantari
0913041045
13
A. A. Ngurah Nara Kusuma
0913041046
14
Ni Nyoman Swardani
0913041047
15
I Wayan Adi Mahardika
0913041048
16
Ni Wayan Sri Budiani
0913041049
17
Ari Anggara
0913041050
18
Kadek Reny Purnama Yanti
0913041051
19
Made Dwipamaha
0913041052
20
Ade Ary Suryastuti
0913041053
21
Ni Putu Ayu Meika Depi
0913041054
22
Ni Luh Putu Ratih
0913041055
23
Ade Ary Cahyani
0913041056
24
Kadek Keny Dewanthi
0913041057
25
Ni Putu Astuti Manik Galih
0913041058
26
Ni Kadek Julianingsih
0913041059
27
Luh Putu Meida Chandrayani
0913041060
28
Ni Nyoman Ayu Puspita Dewi
0913041061
29
Adhe Dwi Agustini
0913041062
30
I Wayan Erik Saputra
0913041063

Kelas B
NO
NAMA MAHASISWA
NIM
1
Radia Yustin Jawas
0913041001
2
Ni Made Septian Dinaswari
0913041002
3
Ni Ketut Aryaningsih
0913041003
4
Ni Kadek Milan Cahyani
0913041004
5
Luh De Julia Artayani
0913041006
6
Ni Putu Ratna Sari Dewi
0913041007
7
Ni Nengah Witami
0913041008
8
Putu Martini Suryadi
0913041009
9
I Gusti Putu Rai Priawiguna
0913041010
10
Ni Luh Gde Mona Monika
0913041011
11
Ni Komang Triwandari
0913041012
12
Ni Wayan Rianti
0913041013
13
Siti Anis Puadah
0913041014
14
I Gusti Agung Ayu Indra Icwari
0913041015
15
I Wayan Adi Satria Putra
0913041016
16
Ni Komang Dewi Astriani
0913041017
17
Luh Putu Welly Sarjani
0913041018
18
Kadek Ayu Pisestasari
0913041019
19
Ni Komang Mila Kusuma Dewi
0913041020
20
Ni Wayan Deny Asih
0913041021
21
Ni Made Raningsih
0913041022
22
I Ketut Catur Wiguna
0913041023
23
Luh Gede Kusuma Dariati
0913041024
24
Muslim
0913041025
25
I Gede Aditya Setyawan
0913041026
26
Cening Putu Ayu Sherly Mardianingsih
0913041027
27
Luh Linda Andreyani
0913041028
28
I Made Suriadi
0913041029
29
Ni Nyoman Suartini
0913041030
30
Eka Happy Heryani
0913041031
31
Ni Putu Wikan Suputriasih
0913041032
32
Ni Wayan Bangkit Rahayu
0913041033
 HMJ Pendidikan Biologi Undiksha
 ICT team 2013




Damar (pohon)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Araucariaceae
Genus: Agathis
Spesies: Agathis loranthifolia Salisb., 1807

Nama binomial

Agathis dammara
(Lamb.) Rich., 1826

Sinonim
A. dammara
Agathis celebica (Koord.) Warb., 1900
Agathis hamii Meijer Drees, 1940

Pohon Damar
Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.

Pohon yang besar, tinggi hingga 65m; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil.
Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm.
Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.

Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.

Pada masa lalu resin damar terutama dihasilkan dari tegakan-tegakan alam di Maluku dan Sulawesi[3]. Kini kopal juga dihasilkan dari hutan-hutan tanaman Perhutani di Jawa.

Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet, dan tidak seberapa kuat. Di Bogor dan di Sulawesi Utara, kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap. Kerapatan kayunya berkisar antara 380–660 kg/m³. Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis.
Pohon damar juga disukai sebagai tumbuhan peneduh taman dan tepi jalan (misalnya di sepanjang Jalan Dago, Bandung). Tajuknya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar.

Taksonomi Agathis masih belum mantap. Sejauh ini A. dammara dianggap sinonim dari A. celebica, dan dipisahkan dari A. alba (sinonim A. borneensis). Di masa lalu, jenis-jenis ini saling tercampur atau dianggap sebagai sinonim. Akan tetapi ada pula pakar yang menganggap taksa-taksa itu sebagai variasi di bawah spesies.

Nama damar (lihat pula: Damar (disambiguasi)) digunakan pula untuk menyebut resin yang dihasilkan oleh jenis-jenis Shorea, Hopea, dan beberapa spesies dipterokarpa lainnya. Sementara, resin pohon damar disebut kopal.

Nama kayu damar digunakan dalam perdagangan untuk menyebut kayu yang dihasilkan oleh jenis-jenis Araucaria. Sementara kayu pohon damar diperdagangkan sebagai kayu agatis.

Nama-nama lokal A. dammara di antaranya adalah damar raja, kisi (Buru), salo (Ternate), dayungon (Samar). Juga ki damar (Sunda), dama, damaa, damah, damahu, rama, marama puti (aneka bahasa di Sulut), koano, kolano, moleauno (Halmahera), dan lain-lain.
Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Nama Anggota dari angkatan Agathis lorantifolia

Kelas A
No.
Nama
NIM
1
Sagung Inten Astari
1013041008
2
Ni Kadek Ari Astiti
1013041009
3
Ni Wayan Septiari
1013041010
4
I Wayan Jaya Antara
1013041011
5
Ni Wayan Ratna Kesuma Dewi
1013041012
6
Uru Candra Nuari
1013041013
7
Putu Yudharini Arisuta
1013041016
8
Heri Budiatmoko
1013041018
9
I Gusti Ngurah Yuda Pranata
1013041019
10
I Wayan Suta Wibawa
1013041021
11
Devilitha Ari Kusuma
1013041023
12
I Made Soni Ari Pratama
1013041026
13
Putu Bintang Orissa
1013041028
14
Adi Purusha Das
1013041029
15
Ni Made Adi Kencana Wati Tira
1013041030
16
Gede Agus Sri Satwika
1013041032
17
Luh Putu Dwijaningsih
1013041033
18
Ni Putu Mawar Larasatiningtias
1013041034
19
I Gede Agus Sindhu Mahardika
1013041043
20
I  Wayan Angga Bradnyana
1013041060

Kelas B
NO
NAMA MAHASISWA
NIM
1
Ida Ayu Cindya Prawesti Pidada
1013041001
2
Komang Sri Budi Arini
1013041002
3
I Wayan Slamet Sucita
1013041003
4
Ni Wayan Mery Wintari
1013041004
5
Luh Putu Emitha Upadianti
1013041005
6
Putu Yuli Indrawati
1013041006
7
Ni Wayan Emi Sulandari
1013041014
8
Ni Wayan Sri Valentini
1013041015
9
Ni Luh Ayu Ratna Jayanti
1013041020
10
Ni Kadek Pinawati
1013041022
11
Putu Immay Eka Radhitya
1013041024
12
Nyoman Alit Kuntayoni
1013041025
13
Ni Ketut Astriani
1013041027
14
Ni Wayan Lidya Paramita Utami
1013041031
15
I Nyoman Tria Gunarta
1013041036
16
Cokorda Istri Ayu Setiawati
1013041039
17
I Wayan Julianto
1013041040
18
I Made Budi Ariawan
1013041041
19
Ni Luh Maya Riyanawati
1013041042
20
Made List Metriani
1013041044
21
Ni  Wayan Yeti Ratnadi
1013041045
22
Ni Luh Putu Ratih Widianingtias
1013041046
23
Sagung Ayu Wulan Pradnyamita
1013041047
24
Ni Putu Sri Dewi Tyoasti
1013041048
25
Ni Wayan Intan Pradnyandari
1013041049
26
Gusti Ayu Made Juniasmita Parsandi
1013041050
27
I Wayan Adiantara
1013041051
28
Ni Komang Prasinta Nusantari
1013041052
29
I Kadek Agus Dwipayana
1013041054
30
Gusti Ayu Nyoman Eka Pertiwi
1013041056
31
Ni Wayan Santika Dewi
1013041058
 HMJ Pendidikan Biologi Undiksha
 ICT team 2013